Sunday, September 14, 2008

Kamu Tag Aku Tag Dia Tag Siapa?

Di tengah-tengah deadline edan minggu ini, tiba-tiba kena tag sama miss Adis. Ya berhubung sekarang sudah weekend dan sudah selesai deraannya, jadi disempatkan nulis deh. Sebenernya sih dulu banget dah pernah nulis soal fakta-fakta seputar Indonesia, eh seputar diri, tapi ya demi mengisi waktu luang dan bikin hati senang, dilakukan lagi deh.

10 Hal (Positif dan Negatif, Normal dan Aneh) Tentang Saya

1. Seperti yang sudah diketahui oleh keluarga, teman-teman dekat, dan teman-teman kantor, saya ini orangnya sangat hobi makan dan ngemil, bahkan agak keterlaluan hobinya. Sampai-sampai di meja saya ada satu laci khusus isi cemilan (tapi saya tidak buka warung dan jualan seperti Mas Heru ya). Isinya mulai dari minuman-minuman seperti kopi (saya maniak kopi) dan teh sampai biskuit-biskuit dan coklat. Mau gula juga ada, tapi gula diet Splenda. Mau merica pun ada, hasil 'nyolong' dari KFC. Gara-gara hobi ini juga saya suka dianggap sebagai direktori tempat makan se-Jakarta, teman-teman saya suka bertanya pada saya di mana tempat makan yang enak dan asik.

2. Saya paling tidak tahan kalau lihat sale pakaian dalam/lingerie (selain tentunya juga sale sepatu, baju, buku, dan lain-lain -- ya, saya memang banci belanja seperti kebanyakan perempuan pada umumnya). Kalau mampir ke toko lingerie favorit dan sedang sale, pasti pengen beli ini-itu banyak sekali, dari yang modelnya standard sampai yang agak centil. Menurut saya pakai lingerie yang cantik itu bisa bikin tambah pede dan menarik (ya biarpun nggak kelihatan juga sih). It's a confidence booster lah pokoknya.

3. Belakangan ini saya suka mandi malam pakai sabun Johnson&Johnson's Bedtime Bath yang katanya bisa membantu bayi tidur lebih nyenyak. Efek atau tidak, saya juga masih belum terlalu yakin, tapi saya memang nyenyak tidurnya dan biasanya di pagi hari saya sulit sekali bangun. Entah karena kemanjuran si sabun atau memang sayanya saja yang kebo. Mungkin kombinasi (maut) dari keduanya.

4. Masih berhubungan dengan tidur, saya ini hampir tidak pernah mimpi. Jarang sekali. Kalaupun iya, saya selalu tidak ingat apa isi mimpi saya. Kecuali mimpi terjatuh yang selalu sukses bikin saya terbangun karena kaget (saya punya fobia terhadap ketinggian/acrophobic). Tapi ya itu, mimpi indah atau buruk, keduanya jarang saya alami. Kadang-kadang saya ingin juga bisa punya mimpi indah seperti terbang dan berlari-lari di taman penuh pelangi sambil makan gulali awan -- menyenangkan sekali sepertinya.

5. Saya ini maniak segala macam kuis dan permainan. Waktu masa SMU sampai kuliah dulu saya selalu main online quiz tiap malam dari tickle.com. Saya ingat kuis pertama yang saya ambil waktu itu adalah kuis 'What Breed Of Dog Are You?' Saya lupa hasilnya apa tapi sejak saat itu saya rajin mengikuti ratusan kuis yang tersedia di situs itu (yang berani ketagihan, silahkan coba di-klik). Saya pernah juga keranjingan TTS. Saya selalu mengisi TTS yang ada di koran Suara Pembaruan tiap sore. Yang menyebalkan, ayah saya malah jadi latah melihat keasyikan saya dan akhirnya ikut-ikutan mengisi TTS itu. Alhasil saya jadi sebal karena suka didului. Huh. Kesukaan terakhir saya adalah main Sudoku. Berawal dari rasa penasaran, akhirnya saya membeli sebuah buku Sudoku di Periplus (level pemula) dan jadi ketagihan. Tapi setelah lebih dari setengah buku saya isi, saya mulai bosan. Entah di mana buku itu sekarang. 

6. Selepas lulus kuliah tahun 2005 kemarin, saya sempat menganggur lama (hampir setahun). Saya memang pemalas, penunda, atau apa lah itu. Kegiatan saya hampir setiap hari hanya duduk-duduk di Coffee Bean Mal Taman Anggrek sambil membaca, browsing internet untuk mencari pekerjaan, atau menulis. Kadang-kadang saya akan pindah ke Starbucks kalau sedang bosan. Saking seringnya saya nongkrong di sana, para barista (Coffee Bean) sampai hafal wajah, nama, dan minuman kesukaan saya (iced skinny cappucinno). Beberapa di antara mereka bahkan masih ingat sama saya sekarang, walaupun ada yang sudah dipindah ke cabang Plaza Senayan atau pindah ke perusahaan lain seperti JCo. 

7. Biarpun terlihat kaku, dingin, galak, dan jutek, saya ini sebenarnya gampang terharu dan menangis lho. Nonton film bisa nangis. Lihat berita bisa nangis. Baca buku bisa nangis. Baca komik bisa nangis. Bahkan, kalau mood-nya lagi tepat, dengar lagu pun bisa nangis (tergantung lagunya apa sih). Terakhir nonton Wall-E, saya menangis di akhir dan berkaca-kaca saat awal cerita.

8. Saya punya banyak kebiasaan aneh kalau lagi makan. Misalnya, saya tidak suka makan kuning telur, apalagi yang direbus. Bukan, ini tidak ada hubungannya sama takut kolesterol atau gendut (ya ada sih sedikit, sejak saya tahu betapa 'jahatnya' kuning telur itu), tapi memang pada dasarnya saya tidak suka sejak kecil. Dulu saya (dan kakak saya yang juga nggak suka kuning telur) suka dimarahi ibu kalau enggan makan kuning telur, katanya itu berarti kami tidak sayang ayah kami. Hmm.. Oh well.. Kalau melihat keadaan keluarga saya sekarang sih, rasanya tidak ada hubungannya sama sekali tuh sama keengganan kami makan kuning telur. Keanehan lain adalah kesukaan saya makan roti tawar, tapi hanya kulitnya saja. Ya begitulah, saya suka membeli sebungkus roti tawar (terutama yang gandum) untuk kemudian saya makan kulitnya saja, tengahnya entah saya buang atau saya berikan kepada yang mau menerima, walaupun kadang-kadang dimakan juga sih. Ya tepatnya, kalau kata orang-orang, saya ini suka membuang-buang makanan.

9. Saya ini orang yang agak 'gagu'. Dalam artian, saya susah mengeluarkan segala uneg-uneg, keresahan, serta kegundahan saya dalam bentuk lisan. I like to bottle things up sometimes, and let it out in forms of random poetries and such. Terkadang jauh lebih mudah bagi saya untuk berekspresi lewat tulisan daripada lisan. Makanya saya terkadang bisa autis kalau sudah di depan komputer dan mengetik. Itu pula sebabnya saya tidak keberatan sama sekali menghabiskan waktu berjam-jam di coffee shop sendirian (seperti yang sedang saya lakukan sekarang). Karena layar komputer atau lembaran kertas tidak punya ekspresi dan tidak akan bersikap menghakimi, no matter what I say. Jeleknya adalah, sikap diam dan menjaga jarak ini terkadang membuat saya terlihat sombong karena seperti enggan berinteraksi dengan sesama manusia.

10. Saya ini bukan orang yang kreatif, walaupun saya bekerja di bidang yang menuntut kreativitas tinggi. Yah begitulah menurut saya. Sampai saat ini saya belum merasa sudah mengerjakan sesuatu yang benar-benar bagus, terutama kalau dibandingkan dengan hasil pekerjaan kolega-kolega saya yang luar biasa. Sebenarnya hal ini sudah saya rasakan sejak jaman saya masih kuliah di DKV. Meskipun saya lulus dengan nilai yang cukup tinggi, tetap saja saya merasa sisi kreatif saya masih kalah jika dibandingkan dengan sisi rasional saya. Saya lebih jago menulis daripada menggambar. Saya suka iri dengan orang-orang yang bisa menuangkan imajinasinya dari otak ke media lain dengan mudahnya. Sedangkan saya, biarpun kadang saya punya banyak sekali imajinasi di otak saya, sulit sekali bisa merealisasikannya dengan tepat sesuai dengan gambaran yang ada di otak saya. Biasanya pasti ada yang kurang atau tidak sesuai. Mungkin itu juga disebabkan keterbatasan kemampuan saya dalam menggunakan atau mengeksplorasi berbagai medium berkreasi. Menyebalkan memang.

Tuesday, September 9, 2008

Birthday Wishlist: I Want to...

Since I didn't make any birthday wish (nor did I blow any candles or cut any cake), I decided to make a birthday wish list now, in the midst of my deadline (hey, I told you, I am a lazy bum and procrastinator).

My (2008) birthday wish list.

I want to (one day):

1. See the aurora borealis in Alaska


2. Run on the Lavender fields in Provence

3. Lie under a sky covered with stars (like below)

4. Eat berries in abundance every summer

5. Watch a perfectly shaped rainbow

6. Experience the four seasons

7. Walk under the blossoming cherry trees in Japan

8. Drink mimosa for brunch every Sunday on the patio


But most of all, I want to:

9. Do and experience them all with you.

Monday, September 1, 2008

1 September 2008

When the clock strikes at 12 midnight, no fairy godmother came to me.

I am still who I am, of course. I felt indifferent. I should be over the so-called quarter life crisis.

But still, for a fracture of a second, it dawned on me..
Damn. I'm no longer 25.

Boohoo... ;P


Thanks for the messages and the wishes, friends. Appreciate them a lot. =)

Wednesday, August 27, 2008

Lollygagging

It's my second day back on my seat, in the office, and I'm still feeling a bit worn out and beaten from last week's fashion week mambo jambo. And getting my period just at the start of this week didn't help me get right back on track either (I went back early from work yesterday to lay down and rest, and ended up doing a DVD marathon until midnight).

To think that this week we'll start running for our October issue, which should be wrapped a week earlier than usual due to Hari Raya holiday schedule. Seems like there'll be no time to slow down this coming few weeks.

But still..

All I want to do now (and doing, actually) is just browsing the net, checking facebook and such. Clicking from one site to another in search of interesting and/or mind-boggling news, like the ones below:

Japanese Design's Greatest Hits
Twelve of Japan's phenomenally successfully designs since the 1950s. I feel like doing a Hayao Miyazaki DVD marathon now. And now I'm playing Super Mario Bros's theme song in my head.

Vogue's cover archive
Featuring the first ever Vogue magazine (September 1916) with illustration by Helen Thurlow. Check out their 90th anniversary cover too.

Style on the Street
The Jakarta Post's take on uber cool street style blog of Scott Schuman, www.thesartorialist.com. I was first introduced to the blog by fellow multiplier, Nirmala, a few months back when she posted a picture of this ultra cool Yale dude who soon became the object of our affection (and drooling) -- and of many other women (and men) around the world, I assume.

Making an Arguement for Misspelling
A growing band of scholars in America is thinking of allowing more variations in spelling. I personally don't really agree. Though I know that spelling could sometimes be tough, but (quoting the article) I don't think that the language should be changed to accommodate those who don't pay attention or don't care about it (spelling).
By the way, which one is correct, eventhough or even though? I always thought it was the first (as the way I read it in most books or magazines), but spell-checkers have proven me wrong. Anyone in favor of enlightening me? Thank you.

Inside Soho's Artisanal-Ice-Cream Truck
A cute nerdy guy with a brain on food and business. Enough said.

Beijing Opens the 2008 Olympics

I missed the spectacular opening (which was aired on TVRI here). And finding footage videos of it on the internet is like finding a needle in a stack of hay. Darn it. Thanks to The Great (Fire)Wall of China. If only I knew earlier that Zhang Yimou was behind the show, I would've stayed put in front of the TV that night. Sniff.. This photo footage from Time could give me a slight idea of what it was like.

Apothéke Will Bring Opium Back to Chinatown

A soon-to-be opened and supposedly very stylish and hip cocktail bar in New York has a list of very (and I mean very) interesting cocktails inspired by Chinese traditional herbal medicine. It'll probably be the new Asian-inspired trend after the sake inspired cocktails a few years back.

Silver Spoon
Samuel Mulia's piece-of-mind on Indonesia's brand-conscious rich spoilt children. Which then reminded me of a note written by a friend of mine, who just became a daddy recently and was a bit baffled by how expensive babies clothing and stuffs are nowadays, even though daddy groovy owns a handful of ultra expensive watches.

Now if only I'm not doing this in the office but in Casa or Bakoel Koffie instead, with some warm bagels (or pretzels from Vineth bakery) and good cup of coffee on the side, life today would be blissful. But then again, I've to go back to reality (and my waiting-to-be-touched work) in.. uhm.. let me check.. a few minutes. Bah.

So how's your day?

Thursday, August 7, 2008

[Coelho's] Why Women Believe That We Love Them

This is the reply to Why We Love Men.

Frankly, I couldn't agree with most. This piece didn't make me smile like when I read the previous one about men (except for that last line from Paulo). Is it because I'm not that womanly? Hahahah...

But anyway, I've highlighted a few points that I could quite relate to as a woman (but only personally).

What do you think, people? Which ones could you relate to the most? Would love to hear some thoughts from both men and women. =)